Saturday, January 4, 2014

Triple Chocolate Cake

Bismillahirrahmanirrahiim...

Duh, sebenarnya saya agak bingung memberikan judul untuk tulisan ini. Triple Chocolate Cake adalah nama yang sudah diaku oleh banyak orang dan kemudian saya menjadi salah satu dari mereka. Tapi ada alasannya kok kenapa saya bilang triple. Coklat pertama ada di kue dasarnya, yaitu brownies kukus coklat (resepnya ada di sini ya...). Coklat kedua adalah lapisan ganache siram. Coklat ketiga adalah buttercream coklat yang menjadi hiasannya.

Karena resepnya sudah pernah saya tulis, langsung pamer fotonya saja ya...




Kue ini adalah permintaan dari Ibu Mertua saya untuk dibawa ke acara pengajian salah satu saudara yang besok akan melangsungkan pernikahan. Sebenernya sih... Bunda hanya minta dibuatkan kue potong, tapi saya salah tangkep, jadinya dibuatlah kue yang lumayan caem ini *GR woi...*.

Faktor lain kenapa saya sebegitu semangatnya untuk memberikan dekorasi yang nggak standar adalah karena semalam suami saya dengan gaya cueknya seperti biasa memberikan benda ini:


Aaaa... Saya langsung jerit-jerit. Tadinya pun saya hanya berniat memberikan dekor pinggiran kue bentuk kerang plus buah segar di bagian atas. Tapiii, karena penasaran dengan gadget baru, iseng-iseng saya buat mawar dari buttercream. Sebelumnya memang saya doyan banget mengoleksi berbagai video dari You Tube termasuk dekorasi kue, coklat, dan resep-resep yang membutuhkan perlakuan khusus. Ternyata lumayan berhasil. Salah satu faktor yang membuat mawarnya kurang kokoh adalah tekstur buttercream yang agak lembek. Untuk membuat mawar memang sebaiknya menggunakan tekstur buttercream yang kaku (konon resep buttercream di buku NCC adalah salah satunya).

Nah, terakhir... bolehlah ya... sesekali tukang masaknya nampang di sini (^_^)!





Wednesday, January 1, 2014

Caramel Custard Pudding



Bismillahirrahmanirrahiim...

Dulu… pas masih kuliah, saya pernah membuat puding karamel dengan metode kukus. Pertama, karena cuma tau resep tersebut. Kedua, nggak minat buat nyari resep lain lebih lanjut. Ketiga, nggak punya oven. Kesan saya: trauma. Selain ribed (jaman itu mah masak apaan juga gue ribed, hihi), hasil jadinya bau telor (banget). Intinya, bau amis dan saya nggak kuat makannya.

Karena itulah, saat suami minta dibuatkan puding karamel, bawaannya maleees banget. Udah ngebayangin deh nggak bakal suka sama rasanya. Akhirnya setelah mengumpulkan niat, saya bikin juga puding karamel. Di resep sebenernya nggak pakai tepung custard, tapi karena (akal bulus) pingin menghabiskan tepung custard, jadilah aku masukkan tepung custard, hehe. Ya udah jelas lah ya… teksturnya lebih seperti kue lumpur daripada puding karamel. Selain itu, bikin karamelnya sendiri susaaah… Intinya, hasil akhir belum memuaskan dan masih punya utang ke suami untuk bikin puding karamel yang oke.

Nah, tanggal 20 Desember lalu adik ipar saya menikah dan ada puding karamel di meja pencuci mulut. Karena katering yang dipakai memang beneran oke punya, jadi saya percaya puding karamel ini bisa dijadikan patokan, hehe. Bau telurnya masih ada, tapi nggak sedahsyat hasil eksperimen saya dulu. Kemudian di atasnya ada topping aprikot kalengan yang asem-asem seger. Intinya, enak. Oke deh… saya jadi semangat lagi untuk membuat puding karamel.

Saya nyontek resep dari DapurVanilla yang ternyata asal mulanya dari Sharmi Passion. Mbak Sharmi (orang India kayaknya…) bilang resep ini nggak pernah gagal, langsung ngiler dooooong… Hehe. Ini pendapat saya sih, bikin puding karamel itu gampang, yang susah itu membuat karamel. Alhamdulillah kemarin karamelnya jadi dan bukan seperti permen yang keras, tapi lebih seperti saus… Pokoknya uenaaak. Berikut resepnya ya…

Bahan:
Sirup Karamel:

  • 75 gr gula pasir
  • 3 sdm air panas

Custard:

  • 500 ml susu cair (saya pakai susu kental manis/SKM dengan proporsi 1:4)
  • 50 gr gula pasir (saya pakai 2 sendok makan, atau bisa dicoba sampai dengan sesuai selera)
  • 3 butir telur, kocok lepas
  • ½ sdt vanilla essens (saya pakai bubuk vanilla L’Arome)

Cara Membuat:

  1. Oles mangkuk ramekin dengan margarin tipis-tipis.  Sisihkan.  Panaskan oven dengan suhu 190°C. Saya memakai cup alumunium foil.
  2. Sirup Karamel: lelehkan gula dengan api kecil sampai kuning kecoklatan, tambahkan air, aduk rata.  Matikan api.  Tuang ke ramekin sama banyak.  Sisihkan. Buatan saya cukup untuk 5 cup, tetapi karamelnya nggak cukup euy… padahal sudah aku lebihkan menjadi 100 gram gula. Lain kali akan aku tambah menjadi 125 gram gula. Jangan lupa porsi airnya ditambahkan juga ya…
  3. Custard: panaskan susu dan gula dengan api sedang sambil diaduk-aduk sampai gula larut (tidak perlu sampai mendidih).  Matikan api.
  4. Masukkan telur dan vanilla.  Aduk rata, lalu saring.  Tuang adonan custard ke dalam mangkuk.  Oven dengan suhu 190°C selama 35 – 45 menit dengan metode au bain marie.
  5. Keluarkan pudding dari oven.  Biarkan dingin.  Masukkan ke dalam kulkas dulu sebelum dihidangkan. Hidangkan dengan buah-buahan segar. Menurut saya rasanya menjadi lebih seimbang, karena pudding karamel itu maniiiiis banget.

Oia, berikut ini sedikit tips dari saya (yang sering gagal) saat membuat karamel:

  • Sebaiknya di atas wajan anti lengket dan menggunakan spatula dari bahan silikon, dijamin karamelnya nggak akan nempel-nempel. 
  • Jangan disambi!! Once your caramel become overcooked, you have to make it from the beginning, hihi. 
  • Saat membuat karamel jangan banyak diaduk-aduk, cukup ratakan di wajan. 
  • Jika jumlah air untuk resep karamel dirasa kurang (misalnya ada karamel yang belum larut dan masih bergerindil), silahkan ditambahkan. Nanti airnya akan menguap kok.

Nah, karena puding karamel bukan termasuk dalam resep favorit saya (manis banget, bok), saya pisahkan satu cup untuk dimatangkan dengan cara dikukus supaya saya bisa tahu bedanya tanpa harus bikin dua kali, hehe. Hasilnya? Lebih enak yang dipanggang. Pertama, dari segi tekstur jadinya sangat sangat lembut (padahal yang dipanggang aja udah lembut). Kedua, yang dikukus bau telurnya lebih terasa. Ketiga, yang dikukus menjadi agak berair sedangkan yang dipanggang  kering (dalam artian positif ya...). Tips lainnya, sebaiknya setelah jadi dan didinginkan langsung dihabiskan. Karena kalau disimpan di kulkas terlalu lama (punya saya sekitar 3 hari) jadi berair euy…

Nah, ini dia hasil akhirnya: cantik kaaan? (jarang-jarang muji diri sendiri…hehe)




 Selamat mencoba :)

Cupcake buat Intan - Pennylane Brownies Cupcake

Bismillahirrahmanirrahiim...

Ya... ya... ya... I've never tried to bake Pennylane Brownies (kemane ajeee??). Dan kemudian tibalah hari di mana Intan (salah seorang rekan di SDM) harus pindah ke tempat yang Insya Allah lebih baik :). Sebagai penghargaan dan tanda sayang *taelah* saya berniat untuk membuatkannya kue. Seperti biasa, pertimbangan saya untuk membuat kue adalah bahan apa yang ada di rumah dan bahan apa yang nyisa :p. Gapapa lah ya... yang penting kan biar nggak mubazir.

Akhirnya saya putuskan untuk membuat Pennylane Brownies yang dipanggang di dalam papercup kemudian dihias dengan buttercream sisa orderan. Entahlah... apakah memang jadinya seperti itu atau nggak, tapi menurut saya hasil jadinya kurang legit (yap, saya penggemar kue yang lembab). Tapi dari segi rasa oke lah... Menurut suami dan teman-teman enak (memang agak jadi terlalu kritis yah kalo sering masak kue, hehe).

Berikut ini resep Pennylane Brownies dari Mbak Riana Ambarsari:

Bahan:

  • 4 butir telur
  • 360 gram gula pasir (saya pakai 200 gram saja dan sudah pas menurut saya...)
  • 225 gram minyak goreng
  • 60 gram cocoa powder
  • 210 gram tepung terigu
  • ½ sdt garam
  • 1 sdt vanili bubuk
  • 120 gram kenari/kacang tanah/mede cincang dan sangrai
  • 85 gram Chocolate Chips
Cara Membuat:
  1. Panaskan oven suhu 180C, alasi loyang dengan kertas roti dan olesi dengan margarin atau minyak goreng. Pastikan oven sudah cukup panas sewaktu adonan dimasukkan. Oven yang sudah cukup panas akan memunculkan lapisan coklat tipis transparan di permukaan brownies, membuat tampilan brownies semakin cantik. Kalau suhu oven kurang panas, lapisan ini tidak akan muncul (dan punya saya nggak keluar thin crust-nya... berarti masih harus coba lagi, hehe)
  2. Campurkan terigu, cokelat bubuk, sisihkan
  3. Kocok telur dan gula sampai mengental (supaya muncul lapisan kilapnya), masukkan vanili dan garam. Bisa jadi Pennylane Brownies buatan saya belum sempurna karena tidak cukup kental.
  4. Masukkan campuran tepung terigu dan cokelat bubuk sambil diaduk perlahan dengan spatula sampai rata.
  5. Masukkan minyak sambil diaduk perlahan. Lalu masukkan chocolate chips
  6. Tuang dalam loyang dua loyang ukuran 30 x 10cm. Taburi kacang almond slices di seluruh permukaannya. Hasil akhir kurang lebih 20 cup.
  7. Panggang kurang lebih 35 menit sampai muncul lapisan mengkilat di permukaan
  8. Angkat dan dinginkan.
Buttercream-nya pakai sisa orderan dari Dewi. Supaya tetap fluffy, setelah mencapai suhu ruang buttercream harus dikocok kembali, kalau nggak bakal susah di-spuit. Oia, sebenarnya buttercream-nya terdiri dari 2 warna, biru dan merah. Keduanya saya campur dan menghasilkan warna ungu yang manis (yeay!). Enjoooy!!


Cupcakes (masih) di Milad Abang

Bismillahirrahmanirrahiim...

Nyambung dengan posting sebelumnya, pingin berbagi masakan kedua yang saya buat: Vanilla Cupcake with Buttercream Frosting. Tujuan buat cupcake sebenarnya cuma satu: supaya bocah-bocah nggak rebutan. Selain itu, buatnya super gampang... hihi. Nggak perlu acara lapis-lapis buttercream dan belepotan, hehe.

Kali ini saya coba resep Smooth Butter Cake-nya Bu Peni Respati. Sejauh ini saya masih nyari resep cupcake yang lembab dan lembut. Smooth Butter Cake ini seperti namanya, emang beneran lembut!! Tapi bukan tipe kue yang lembab seperti yang saya inginkan (kayaknya lain kali mau coba Eggless Moist Cake yang resepnya lagi seliwar seliwer di group FB). Tapi untuk buttercake, resep ini the best lah pokoknya. Karena kue ini kokoh, ngembangnya bagus, dan lembut. Plus nggak terlalu berat (secoro pakai buttercream juga...) tapi tetap mengenyangkan. Berikut resepnya:

Bahan:
  • 300 gram Mentega/margarin
  • 150 gram Gula pasir halus
  • 8 buah Kuning telur
  • 250 gram Tepung protein sedang
  • 25 gram Tepung maizena
  • 1 sdt  Baking powder double acting (nggak pakai)
  • 50 ml  Susu cair (nggak pakai juga... karena nggak pernah bikin buttercake pakai susu, jadilah kelupaan untuk beli, hehe)
  • 6 butir Putih telur
  • 50 gram Gula pasir halus
  • 1/2 sdt  Pasta vanila
Cara Membuat:
  1. Kocok mentega dan 150 gram gula pasir hingga lembut (kalau patokanku, pokoknya sampai lembut dan mengembang dengan tekstur mirip buttercream)
  2. Tambahkan kuning telur satu per satu, kocok hingga tercampur rata
  3. Masukkan tepung terigu, maizena dan baking powder sambil diayak. Lakukan secara bergantian dengan susu cair. Kocok hingga rata.
  4. Di tempat terpisah, kocok putih telur dan 50 gram gula pasir. Masukkan ke dalam adonan tepung terigu, aduk rata.
  5. Terakhir tambahkan pasta vanila, aduk rata.
  6. Masukkan adonan ke dalam papercup. Isi 3/4 papercup (kalau saya patokannya adalah satu scoop es krim), kemudian panggang adonan di dalam oven paha suhu 160 °C selama 30 menit (kalau saya... dengan suhu sekitar 170 - 180 derajat celcius kurang lebih selama 30 menit).
Karena saya pakai Margarita, cupcake  ini wangi banget! Selama dipanggang mungkin tetangga sudah mengendus-endus :)
Setelah dingin, pekerjaan selanjutnya adalah menghias cupcake dengan buttercream. Resep buttercream yang saya pakai adalah resep milik Mbak Afi di sini: Resep Buttercream Yummy dengan Coklat. Proses membuat buttercream ini absurd deh pokoknya... Karena menurut saya hasil buttercream-nya terlalu lembek, jadilah saya tambahkan dengan whip cream cair dan... ternyata hasilnya nggak jauh beda, haha. Tapi soal rasa, cukup enak...

Semprot-semprot dengan 1M, dan tadaaa...



Tabur Bubuk Oreo biar nggak polos-polos amat :p
Yap, ini adalah masakan kedua yang saya buat untuk Milad Abang. Ketiga adalah bakso, tapi... berhubung baksonya beli jadi dan yang saya lakukan hanya merebus tulang iga dan cemplung bawang dan lada... nggak usah dibahas lah ya... Keempat adalah BDCK (Birthday Cake), tapi karena keterbatasan waktu nggak sempat saya apa-apain... hihi *masih utang kue karakter nih sama Abang :(*

Selamat makaaaaan... )