Showing posts with label Roti. Show all posts
Showing posts with label Roti. Show all posts

Wednesday, October 29, 2014

Mexican Bun a.k.a Roti Boy

Bsmillahirrahmanirrahiim...

Kalau soal roti, udahlah... saya udah sreg sama resep Soft Bread-nya Bu Fatmah. Biarpun ada berbagai macam resep roti berseliweran, saya agak males nyobanya. Pertama dan utama ya karena bikin roti itu butuh usaha yang besar (dalam arti sebenarnya) karena masih mengandalkan LG (alias Lengan Gaban) untuk mengulennya sampai kalis.

Sempat sih mencoba roti dengan metode Water Roux, tapi kok kayaknya nggak beda-beda amat... hehe.
Sempat juga tergoda dengan resep roti yang nggak perlu diulen. Tapi dari foto-foto yang berseliweran di FB Group NCC menurut saya kok roti yang tidak diulen ini hasilnya sangat lembek sehingga susah untuk dibentuk menjadi bulat cantik. Dan memang pernah mencoba dough pizza tanpa diulen ya memang adonannya sangat lembek.

Termasuk Mexican Bun ini... Kami sekeluarga memang penggemar berat Roti Boy dan kembaran-kembarannya. Sayang sekali sempat beredar gosip soal status kehalalannya. Dan memang sejauh yang saya temui nggak ada satupun dari kedai roti sejenis yang memiliki Sertifikat Halal MUI. Ini kan Indonesia booo... mestinya diusahakan dong... Jadi akhir-akhir ini memang kami jarang beli roti di luar. Yang paling ngenes udah pasti Ihya, karena tahu apalah dia tentang halal-haram makanan dan masih sulit untuk menahan diri.
Nah, begitu Roti Boy dapat Sertifikat Halal MUI, jarang banget ketemu kedainya... Dan tahu-tahu sekarang kami sudah di Adelaide.

Setelah cek bahan-bahan, terjunlah saya ke dapur untuk membuat si Mexican Bun. Sekalian mau ngetes oven untuk memanggang roti. Saya hanya membuat roti dengan terigu 250 gram saja karena takut nggak kuat mengulennya. Hehe.

Berikut resepnya:

Soft Bread NCC

Bahan :
500 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr gula
100 gr mentega
11 gr ragi instant
½ sdt bread improver (nggak pakai, tapi ini aja udah mengembang dengan baik dan empuk kok)
4 butir kuning telur
300 ml air es
½ sdt garam

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan kering, kecuali garam, aduk rata
  2. Masukkan air 200 ml dan telur, aduk dan uleni sampai rata.
  3. Masukkan mentega dan garam, uleni lagi sampai kalis elastis.
  4. Adonan siap dibentuk-bentuk.
  5. Diamkan adonan hingga mengembang 2 kali, lalu oven hingga matang (Kemarin saya melalui 2 kali proofing. Yang pertama sampai mengembang dua kali lipat. Dan yang kedua sekitar setengah jam)

Catatan: sisa air 100 ml untuk jaga-jaga aja kalau adonan kurang lembek tambahkan sedikit demi sedikit.

Topping:

  • 50 gr gula halus
  • 50 gr gula palem (kemarin nggak pakai karena keterbatasan bahan, lain kali akan diganti dengan brown sugar)
  • 100 gr mentega
  • 80 gr telur
  • 130 gr terigu protein rendah (pakai all purpose flour karena adanya cuma itu...)
  • 5 gr kopi instan + 1 sdm air panas
  • 5 gr essence kopi (kemarin nggak pakai dan memang rasa kopinya kurang nendang, lain kali jumlah kopi instannya akan saya dobel)
Kebayang nggak bahagianya bangun pagi disambut aroma Mexican Bun? Dan lebih bahagia lagi yang bikin karena anak-bapak rebutan roti yang cuma jadi 10 buah itu. Hehe.



Selamat mencoba!!
Salam!!

Sunday, November 3, 2013

My First (Successful) Soft Bread

Bismillahirrahmanirrahiim…

Roti adalah salah satu momok buat saya. Dulu pernah bikin roti pisang, gagal. Pernah nyoba bikin roti polo (ala Roti B*y), gagal. Setelah itu saya agak males buat bikin roti lagi. Bikin roti intinya tuh apa saya bener-bener nggak ngerti. Makanya waktu ada NCC Bread Week saya  pingin banget untuk ikut, tapi sadar diri nggak bisa bikin roti. Okay! Saya mundur teratur.

Dengan niat menguasai berbagai jenis bakery, ya udah lah ya… Bismillah, saya mau coba lagi deh. Akhirnya dengan semangat 45 saya memberanikan tepung komachi dan cari-cari resep roti. Pilihan jatuh ke resep Soft Bread-nya Bu Fatmah (http://ncc-indonesia.com/old/), lebih aman. Hehe. Sebelum itu saya juga baca berbagai catatan pembuatan roti di NCC.

Berikut resepnya:

Bahan:
  • 500 gr tepung terigu protein tinggi (setengah komachi setengah cakra)
  • 100 gr gula
  • 100 gr mentega
  • 11 gr ragi instant
  • ½ sdt bread improver (aku nggak pakai)
  • 4 btr kuning telor
  • 300 ml air es
  • ½ sdt garam
Cara membuat:
  • Campur semua bahan kering, kecuali garam, aduk rata.
  • Masukkan air 200 ml dan telur, aduk dan uleni sampai rata.
  • Masukkan mentega dan garam, uleni lagi sampai kalis elastis.
  • Adonan siap dibentuk-bentuk.
  • Diamkan adonan hingga mengembang 2 kali, lalu oven hingga matang.
  • Catatan: sisa air 100ml buat jaga-jaga aja adonan kurang lembek tambahkan sedikit demi sedikit (aku total pakai sekitar 250 ml).
Topping:
  • 50 gr gula halus
  • 50 gr gula palem
  • 100 gr mentega
  • 80 gr telur
  • 130 gr terigu protein rendah
  • 5 gr kopi instan + 1 sdm air panas (aku nggak pakai air, kelupaan)
  • 5 gr essence kopi (aku nggak pakai)
Kemarin saya membuat dengan isian coklat, keju, dan topping kopi. Rasanya? Menurut saya enak!! *GR dikit boleh dong…*. Saya belum coba ketahanannya karena sudah keburu ludes. Semalam saya sempat coba tapi teksturnya tentu saja sudah beda. Sayangnya di Cipinang nggak ada oven, jadi belum mencoba bagaimana rasanya kalau dihangatkan.

Nah, berhubung roti cukup ramah jual, saya mau coba beberapa resep sampai benar-benar dapat rasa, tekstur, dan ketahanan yang oke. Siapa tahu bisa jadi bahan jualan, hehe.
Sekian cerita tentang soft bread ya… Semoga secepatnya bisa update lagi tentang jenis roti yang lain. Salam!!

Hanya ada foto proofingnya saja, hasil jadinya harus dicari-cari dulu :(

Roti yang Merakyat

Another WP Blog Post...

***

Bismillahirrahmanirrahiim…

Dari mulai awalnya menjadikan roti sebagai momok, sampai akhirnya berhasil bikin roti pertama, dan kemudian jadi kecanduan bikin roti. Hehe. Itu mungkin tahapan yang akan Anda lalui saat berurusan dengan roti.

Berhubung membuat roti biasanya butuh waktu yang lumayan lama dan menguras tenaga, saya biasanya pikir-pikir dulu dan menyiapkan diri sebelum membuat roti. Kebetulan satu hari dapat kesempatan lagi untuk belajar roti secara gratis lewat pesanan ibu mertua. Bunda pesan snack box dengan isi roti abon dan soes. Anggarannya nggak begitu leluasa, makanya saya langsung kepikiran dengan resep Roti Rakyatnya Mbak Rini Anggraini yang sempat seliweran di group FB NCC.

Selain baca resep, komentarnya juga saya telusuri satu per satu untuk memastikan nggak ada resep, bahan, atau cara yang terlewat atau salah. Maklum, pesenan booo *nekat.com*
Berikut resepnya ya…

Bahan Dasar:
  • 1 kg tepung terigu protein tinggi
  • 1/2 sdt Garam
  • 260 gr gula pasir
  • 100 gr margarin
  • 12 gr ragi instan
  • 600 ml air 560ml dg mixer
Cara Membuat:
  1. Campur terigu, gula, dan ragi. aduk rata. Masukan air sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis lalu masukan garam dan margarine.
  2. Uleni lagi sampai kalis 45 menit.
  3. Adonan di pukul dan banting sampai elastis.
  4. Diamkan adonan selama 50-60 menit sampai mengembang.
  5. Oles loyang dengan margarine.
  6. Potong aodonan 40g atau 50 gr (tergantung selera). Pipihkan. Beri isi. Bulatkan.
  7. Diamkan adonan selama 1 jam.
  8. Panggang adonan hingga berwarna kecoklatan.
  9. Setelah matang langsung angkat dan dinginkan di cooling rack. setelah dingin beri minyak sedikit untuk mengkilapkan bagian atas roti.
Pesanan Bunda 60 buah. Wakwaw… Kebayang dong nguleninnya berapa lama??! Saya memang sudah punya mixer buat mengulen roti. Tapi nggak bisa mengandalkan sepenuhnya euy… Mesinnya langsung berisik kalau mengulen roti lebih dari 10 menit. Saya hanya mengandalkan mixer ini untuk mencampur adonan. Setelah itu mulailah adegan “kekerasan” dengan si adonan. Kucek!! Banting!! Hehe.

Total saya bikin 1.5 kg tepung alias 3 batch adonan. Soalnya nggak berani mengulen langsung 1.5 kg tepung. Takut nggak rata dan tidak kalis sempurna. Oia, roti rakyat ini tidak menggunakan telur sama sekali. Teksturnya memang agak kering, tapi tetap lembuuut. Supaya lebih hemat, bagian atas roti juga tidak dioles telur. Saya hanya mengoles dengan susu UHT dan mengolesnya dengan margarin setelah matang supaya terlihat lebih mengkilap. Oia, hati-hati juga menempatkan kue ini (misalnya saat menyimpan), karena salah-salah bisa mengkerut karena roti ini benar-benar lembut.

Panggangan pertama kurang begitu memuaskan karena ada beberapa roti yang gosong bagian bawahnya. Batch kedua juga masih ada yang gosong. Alhamdulillah adonan batch ketiga sukses semua. Jadi juga 60 roti rakyat cantik nan murah meriah :) . Yang gosong dimakan sendiri aja, hehe. Berikut penampakannya:


Ngebayangin roti 1.5 kg tepung aja saya sudah capek, apalagi eksekusinya… Tapi setelah pesanan diantar rasanya semua rasa capek terlepas, apalagi melihat roti yang menul-menul seperti ini… :)

Friday, November 1, 2013

Puding Roti... Ala Me.

Semalam saya mampir ke rumah mertua. Datang nggak bawa apa-apa dan pulang membawa satu bungkus roti, 3 buah telur, 2 sachet susu kental manis (SKM), seperempat kilo terigu, dan sebungkus margarin *tergugu...*. Ceritanya beberapa minggu lalu Ayah Mertua saya sakit. Singkat cerita beliau diet rokok dan kopi. Bagus dooong... Tetapi, mungkin karena mulutnya "asem" Papa jadi doyan ngemil kuadrat.

Nah, kayaknya saking capek bikin cemilan melulu, Bunda (Ibu Mertua) mendelegasikan tugas bikin Puding Roti ke saya. Soalnya dulu saya pernah bikin puding roti yang menurut Bunda enak banget *jadi malu...*. Masalahnya saya bahkan nggak nyatet resepnya :(. Saya cuma inget resepnya pakai 8 butir telur (yang mana saya kurangi jadi 5 saat itu). Terus, karena susu di rumah habis cairannya saya campur dengan susu-santan-non dairy whip cream dengan komposisi asal tuang.

Yowislah... sebelum eksekusi terpaksa cari resep dulu. Kemana lagi kalau bukan... NCC *peluk Bu Fatmah*, berikut resepnya:

Oia, saya modifikasi dengan beberapa penambahan bahan ya...

Bahan:
  • 5 lembar roti tawar (saya pakai 10 lembar)
  • 5 butir telur
  • 600 ml susu cair (saya pakai SKM 150 ml yang dicairkan sampai dengan 600 ml)
  • 200 gram gula pasir (berhubung pakai SKM yang sudah manis, saya hanya pakai gula 2 sdm saja)
  • 1 sdt kayu manis bubuk (untuk taburan)
  • 1 sdm gula aren bubuk (untuk taburan)
  • 3 sdm kismis (rendam sebentar dengan air panas dan dipotong kecil-kecil)
  • 50 gram margarin cair (tambahan dari saya)
  • 30 gram custard powder (tambahan dari saya)
  • 75 gram keju cheddar parut untuk taburan (wajib ini mah...)
Cara membuat:
  • Aduk telur, susu, dan gula hingga tercampur rata. Kemudian tambahkan custard powder yang sudah disaring, aduk rata.
  • Oles pinggan tahan panas dengan margarin. Tata roti tawar di atasnya. Dengan 10 lembar roti tawar saya dapat 1 loyang alumunium foil ukuran 20 x 20 cm dan 1 loyang brownies kecil.
  • Siram campuran susu ke atas roti hingga terendam, tekan-tekan dengan garpu.
  • Taburi keju, gula aren, dan kayu manis bubuk. Kalau kayu manis agak nyesel sih... karena setelah matang bikin pudingnya jadi item dan kurang cakep.
  • Panggang dalam oven selama 45 menit dengan suhu 180 derajat celcius. Setelah 15 menit, suhu saya turunkan karena keju sudah terlihat kering.
  • Angkat dan sajikan (soalnya saya lebih senang anget-anget, kalau di resep "dinginkan dan sajikan")

Karena gula aren dan bubuk kayu manis membuat pudingnya kurang cantik, saya taburi lagi dengan keju untuk menutupi sebelum difoto, hehe.


Mari makaaan!! Eh, buat di rumah cukup yang loyang kecil saja. Karena yang doyan puding roti hanya suami. Tapi puding roti yang kali ini menurut saya enak!! Mungkin karena di loyang kecil campuran susunya nggak begitu banyak sehingga teksturnya agak kering. Nah, loyang besar yang ada di foto langsung diantar ke rumah mertua. Semoga doyan ya Pa!