Dari awal ketertarikan saya dengan dunia masak-memasak (kue), jujur saya agak kurang tertarik dengan
cupcake. Buat saya,
cupcake ya hanya
cake in a cup.
Kuenya juga paling itu-itu aja. Cara masaknya ya begitu-begitu juga.
Yang membuatnya berbeda PALING (HANYA) dekorasinya AJA. Itu juga nggak
jauh-jauh lah…
buttercream, ganache, fondant (yang mana saya juga nggak suka).
Namun kemudian pandangan saya menjadi berbeda saat Minggu lalu
berencana untuk membuat kue hantaran lamaran untuk sepupu. Setelah itu
pun saya jadi rajin nongkrongin Pinterest buat melihat model
cupcake
yang unyu-unyu. Saya pingin kasih sesuatu yang istimewa tapi juga nggak
ribet-ribet amat karena di waktu yang hampir bersamaan saya ada acara
kantor. Selain itu, pinginnya sih memakai bahan-bahan yang memang sudah
tersedia supaya bahan-bahan tersebut lebih cepat habis.
Tadinya sih… mau bikin Japanese Cheese Cake dengan
topping
aneka buah seperti biasa. Tapi bosen juga booo sama dekorasi dan jenis
kuenya (gara-gara sempat bikin JCC beruntun, malah jadi bosen. Hehe).
Keterampilan dekor saya juga masih terbatas. Yasudlah… Bikin Cupcake
Bouquet sepertinya lebih aman. Kebetulan di Minggu sebelumnya saya sudah
sempat bikin, tetapi bentuknya belum seperti
bouquet beneran
karena hanya ditata, bukan dirangkai jadi karangan bunga. Sayang banget
waktu itu nggak sempat difoto karena udah ribed dan mepet waktunya.
Sebelumnya saya pakai resep Buttercake 2 Telur. Sederhana dan hemat.
Tapi jujur saya kurang puas sama hasilnya. Kuenya padet banget dan
seret. Mamah paling nggak suka sama kue model begini, hehe. Sepertinya
saya juga nggak salah proses,karena ternyata ada metode buttercake lain
yang bisa membuat hasil kue menjadi lebih lembut, yaitu dengan
memisahkan putih dan kuning telur. Akhirnya resep yang terpilih adalah
Classic Cheese Cake NCC:
Bahan:
- 200 gram gula kastor
- 300 gram mentega/margarine
- 7 butir kuning telur
- 5 butir putih telur
- 250 gram tepung terigu
- 200 gram keju parut
Cara membuat:
- Kocok mentega dan gula hingga pucat dan mengembang, masukkan kuning
telur satu persatu sambil dikocok terus hingga mengembang, kecilkan
mixer menjadi speed 1, masukkan 150 gr keju parut, kocok rata, matikan mixer.
- Masukkan tepung terigu aduk rata.
- Di tempat lain, kocok putih telur hingga kaku (hard peak), lalu masukkan ke dalam adonan mentega secara bertahap sambil diaduk rata.
- Tuangkan ke dalam loyang tulban diameter 24 cm yg sudah dioles mentega dan ditabur terigu (aku tentu saja pakai paper cup).
- Taburi bagian atasnya dengan sisa keju (aku nggak, keju masuk semua ke adonan).
- Oven selama lk. 45 menit (180 derajat celcius), atau hingga matang (aku taruh di rak atas dengan api bawah saja).
- Angkat, dinginkan, potong-potong, sajikan
Okay, itu soal resep kue. Ternyata memanggang dengan cup momma juga
nggak sepraktis yang saya bayangkan. Kue jadi lebih cepat gosong karena
adonan dipanggang langsung tanpa loyang cetakan. Untungnya nggak
parah-parah amat dan bisa dipindahkan ke cup yang baru. Tips yang saya temukan kemudian adalah memanggang dengan Steam Bake. Cukup taruh sepanci kecil air panas dan panggang bersama kue. Hasilnya nggak akan seperti cheese cake karena dari sisi bahan dan langkah pengolahan jelas beda. Justru kue jadi lebih lembut dan nggak mudah gosong :)
Untuk buttercreamnya sendiri saya pakai resep Teh Nenis. Tapi jujur
aku lebih suka resep yang ada di kaleng Hollman Soft Cream. Sebelumnya
saya sudah bikin dalam jumlah banyak dan disimpan di kulkas. Begitu mau
dipakai dikocok lagi hingga benar-benar mengembang dan diberi soft cream
tambahan. Takarannya berapa banyak saya nggak inget, hehe. Pokoknya
menyesuaikan saja, kalo kurang manis ya dikasih SKM atau gula tepung
lagi. Kuncinya sih menurut saya ada di pengocokan… Semakin lama, semakin
mengembang, semakin bagus dan tidak mengendal di lidah. Setelah
selesai, baru deh dikasih pewarna sesuai selera. Aku pakai Koepoe-koepoe
yang
water based, jadi warnanya memang nggak akan kinclong.
Kalau terlalu banyak, percayalah, rasanya akan aneh dan meninggalkan
sensasi aneh yang tidak enak saat dimakan.
Okay!! Sekarang tinggal menyiapkan wadah untuk bouquet-nya. Aku sih
pakai toples kuker bekas yang dililit pita. Di bawahnya dialasi paper
doyle supaya lebih menarik.
Di dalam toples saya menumpuk styrofoam sampai batas atas toplesnya.
Satu per satu cupcake ditancapkan ke styrofoam sampai membentuk karangan
bunga. Berhubung toplesnya juga kecil, jadi hanya ada 7 cupcake yang
masuk.
Di sela-sela cupcake yang masih terlihat styrofoamnya saya isi dengan
buttercream yang disemprot dengan spuit bintang supaya tidak terlalu
kelihatan. Untuk bunganya sendiri saya pakai spuit bintang ukuran besar.
Kalo kata suami sih krimnya masih agak kurang mumbul.
Setelah baca sana sini sih mestinya pakai styrofoam yang berbentuk
setengah bola supaya lebih rapih. Atau kalaupun nggak ada, styrofoam
bisa dibungkus kertas krep (bener nggak sih tulisannya??). Begitu pula
dengan cup-nya sehingga bisa tercipta efek daun-daunan. Eeeeeniweeeeei…
Saya cukup puas dengan percobaan kali ini walaupun masih banyak
kurangnya.
This is it, Cupcake Bouquet v1 by Dahlia: